What’s next?
Holaa…tak terasa sudah 1 tahun sejak perjalanan Tim Gembel ke Singapore
sebentar lagi kami akan reunite dan menuju ke petualangan selanjutnya! Kemana kami akan ngegembel berikutnya? Tunggu saja kehadiran nya di blog ini ya. Yang jelas kami semua mohon doanya agar perjalanan berikutnya lancar seperti yang sebelumnya. Amien. Baiklah, sekian dulu laporan singkat saya. Tunggu kelanjutan nya ya…

To be continued….
Ngegembel di Singapore Day 4
Singapore Zoo
Ahoy! It’s Singapore’s Saturday
. Di hari terakhir ini, kami semua membuka mata lebih siang dibandingkan hari-hari sebelumnya. Matahari di Singapore sudah mulai menunjukkan eksistensi nya untuk tetap panas sepanjang hari. Awesome! Hari ini kami semua sudah memantapkan hati untuk bertualang menuju Singapore Zoo. Sebetulnya hari ini memang sengaja kami atur tanpa ada itinerary sebelumnya. Ada beberapa opsi yang kami diskusikan saat sarapan, seperti mengunjungi Botanical Garden atau Singapore Science Center. Namun pilihan pun jatuh kepada kebun binatang yang amat populer di Kota Singa ini. Let’s crash the zoo!
Perjalanan seperti biasa dimulai dari Little India Station menuju Ang Mo Kio Station. Dari Ang Mo Kio, kami harus melanjutkan perjalanan dengan SMRT Bus 138. Bus tersebut mengantarkan kami langsung menuju Singapore Zoo. Saya sempat ketar-ketir saat menaiki Bus tersebut, karena kebetulan saldo EZ Link Card saya tersisa $3.80. Setiap jasa transportasi di Singapore yang menggunakan EZ Link memberlakukan peraturan bahwa saldo minimum untuk dapat menaiki Bus/MRT adalah $3.00. Alhamdulillah, ternyata sesampai di Singapore Zoo, saldo saya tersisa $3.30
. Let’s continue our journey.
Dibangun diatas tanah seluas 28 hektar, Singapore Zoo merupakan salah satu kebun binatang yang berlabel world-class. Bahkan kualitas nya disebut-sebut menyamai kebun binatang San Diego di Amerika Serikat. Singapore Zoo pertama kali dibuka untuk umum pada tahun 1973. Saat ini Singapore Zoo menawarkan berbagai macam atraksi seperti Night Safari dan juga Jurong Bird Park. Singapore Zoo sendiri mengambil konsep open-zoo, yaitu para hewan dibiarkan di alam terbuka dengan dibatasi oleh parit atau semak belukar. Koleksi hewan yang ada pun cukup banyak. Saya sendiri tidak tahu berapa perbandingan jumlah hewan antara Singapore Zoo dengan Ragunan. Jujur saja, sudah 8 tahun semenjak terakhir kali saya mengunjungi Ragunan. Jadi mohon dimaafkan ya
.

Ngegembel di Singapore Day 3
Sultan Mosque
Dua hari sudah saya dan teman-teman mengarungi Singapore. Setelah menaklukan Marina Bay ditambah Universal Studios Singapore dan sebagian kecil Sentosa Island, agenda hari ini adalah mengunjungi pusat perbelanjaan di Singapore. Sebenarnya tujuan kami cuma dua tempat, yaitu Bugis Street dan Orchard Road. Namun karena hari ini adalah Jum’at, maka kami menambahkan tempat tujuan ke Kampong Glam dengan Sultan Mosque sebagai tempat untuk melaksanakan Sholat Jum’at.
Hari ini dibuka dengan kebiasaan saya bersama Jihad untuk ngemil dini hari. Saya memang sudah menarik selimut dan bersiap tidur. Tapi seperti nya perut ini tidak bisa dikompromi
. Lagi-lagi dengan telepathic conversation, terlintas 1 kata di benak kami : 7-Eleven
. Berhubung Miftah dan Djoe juga belum tewas, jadilah kami berempat meluncur dengan setumpuk uang logam pecahan $1 dan kawan-kawan nya. Kebetulan di 7-Eleven ada beberapa pilihan mie gelas (ini mengacu ke istilah loh, bukan nama produk) yang halal seharga $2.50. Pilihan saya dan Jihad tertuju pada rasa Chicken Curry, sementara Miftah memilih Tom Yam dan Djoe….saya lupa Djoe pilih apa
(will be updated).
Well, setelah nongkrong di depan 7-Eleven sambil menyeruput mie panas, kami kembali ke Footprints dan segera beristirahat. Kami semua sudah berencana untuk bangun dan sarapan agak siang. Selain untuk memulihkan tenaga, alasan kami dikarenakan waktu sholat Dzuhur yang lambat di Singapore. Adzan Dzuhur di Singapore adalah pukul 1.15 siang, dan kami sudah menyiapkan untuk berangkat ke Sultan Mosque sekitar pukul 12. Perjalanan dimulai.

Ngegembel di Singapore Day 2
Universal Studios Singapore
Hoaammmhhh….dingin nya AC kamar serta rontok nya seluruh badan membuat kami semua tewas bagaikan Mujahid di medan perang, halah
. Setelah melalui perjuangan berat untuk bangun di subuh buta (FYI, subuh di Singapore adalah jam 6 pagi), bangun, tidur, bangun, tidur, dan akhir nya bangun juga (karena sudah jam 9 dan kami harus segera ngacir
). Jujur saja, sebenarnya kondisi kami belom 100%. Meminjam istilah di game simulasi Football Manager, kondisi kami saat ini adalah “Match Fit”, bukan “In Superb Condition”
. But the show must go on! Maka sehabis mandi dan bersiap-siap, kami semua bergegas turun untuk sarapan (kami semua nambah loh sarapan nya, uppss) dan langsung meluncur untuk agenda hari ini, Universal Studios Singapore!
Terletak di Sentosa Island, Universal Studios Singapore (USS) merupakan Taman Hiburan kelas dunia yang menjadi bagian dari Resort World Sentosa. Dibangun pada tahun 2007 dan diresmikan pada 18 Maret 2009, USS merupakan yang pertama di Asia Tenggara. Dengan slogan “Ride The Movie”, USS sampai saat ini berhasil menarik lebih dari 2 juta pengunjung semenjak pertama kali dibuka. Well, I think it’s gonna be Legen…wait for it…
DARY!! Legendary!!
Perjalanan kami dimulai dengan menaiki MRT dari Little India menuju Harbourfront. Kami tidak perlu berpindah MRT seperti hari sebelumnya. Sesampai di Harbourfront Station, kami dihadapkan oleh 2 pilihan, yaitu melanjutkan perjalanan dengan Sentosa Express (Monorail) atau menaiki bus. Pilihan pun jatuh ke Sentosa Express, karena menurut Miftah bisa sambil liat pemandangan Sentosa, hehe
. Kami bergegas masuk ke Vivo City (Harbourfront Station terletak dibawah Vivo City), karena Sentosa Station terdapat di lantai 3 dari pusat perbelanjaan tersebut.
Untuk menaiki Sentosa Express kami harus mengeluarkan dana $3 untuk 1 hari perjalanan, jadi tiket yang dibeli bisa dipakai sepuasnya pada hari tersebut. Usut punya usut, ternyata kartu EZ Link bisa digunakan untuk redeem tiket tersebut. Wah, harus nya ga perlu keluar uang lagi ya. Tapi setelah dipikir-pikir ada untungnya juga, ga perlu top-up saldo EZ Link lagi (biaya satu kali top-up EZ Link minimal $10)
. Kami segera masuk ke Sentosa Station dan naik Sentosa Express menuju Waterfront Station, tempat pemberhentian untuk Resort World Sentosa.

Ngegembel di Singapore Day 1
Berangkat menuju Kota Singa
Singapore…Singapura…Lion City…semenjak pertama kali Sir Stamford Raffles menginjakkan kaki nya pada tahun 1819, kini Singapore telah berubah menjadi jembatan perdagangan bebas di Asia Tenggara. Selain itu, Singapore merupakan salah satu tujuan pariwisata internasional yang paling populer. Atas dasar itulah, saya bersama dengan ketiga teman saya, yaitu Jihad, Miftah dan Djoe berusaha menaklukan Singapore dengan cara “Gembel” ala kami
. Sebenarnya sudah lama acara ini direncanakan. Bayangkan saja, kami sudah membeli tiket jauh-jauh hari sebelumnya, 9 bulan sebelum keberangkatan yang pada akhir nya agak kami sesali, karena kelamaan gan! Hihihi
. Sebenarnya anggota “Gembel” kami ada 5 orang, bersama dengan Syahrul. Tapi dikarenakan yang bersangkutan harus pulang ke kota kelahiran tercinta, maka dia mengurungkan niatnya untuk bergabung bersama kali. Sayang sekali yah, padahal seperti kata Barney Stinson di How I Met Your Mother : “it’s gonna be Legen…wait for it…DARY!! Legendary!!” hehehe
.
Tapi penantian kami berujung pada kepuasan, meskipun badan remuk, terutama di bagian kaki. Sampai-sampai terapis yang akan memijat Jihad berkomentar “habis nguli beras ya kang?”
. Kembali pada Singapore, kami memutuskan untuk berada disana selama 5 hari 4 malam, sesuai yang direncanakan pada saat membeli tiket. Untuk penginapan, kami menginap di Footprints Hotel. Untuk ukuran Hostel, Footprints merupakan alternatif penginapan yang cukup murah bagi kami yang berkantong Backpackers ini. Yah, maklum lah, kami kan cuma Pegawai bergolongan rendah, membaca saja kami sulit, loh?! Kami memilih menginap disana karena di Hostel tersebut ada fasilitas Private Room untuk 4-6 orang. Kami sengaja menghindari untuk menginap dengan fasilitas Dorm, karena menurut berbagai cerita keamanan di Dorm kurang terjamin, dan kebetulan memang ada sedikit kejadian yang akan saya ceritakan nanti.
Kembali pada perjalanan, saya akan menceritakan nya mulai dari Jakarta, karena kami berempat mengambil meeting point di Jakarta. Maklum, 3 orang dari kami berdomisili di Surabaya, 1 lagi dari Samarinda. Kami memulai nya dengan berangkat ke Bandara Soetta di subuh buta. Saat itu hujan mengguyur seluruh bagian Ibukota. Kami sempat takut kalau saja terjadi delay atau yang terburuk dibatalkan! Semua prasangka itu hilang saat kami sampai di Terminal 2 Bandara Soetta dan melihat Announcement Screen, aman gan!






